Filosofi dan Prinsip Bekerlanjutan Bisnis Perseroan

Tunas Baru Lampung sebagai induk usaha telah memiliki pengalaman 40 tahun dalam mengelola bisnis di Indonesia, dimulai dari generasi pertama sampai dengan generasi ketiga yang saat ini memegang pengeloaan manjemen bisnis kami. Para pendiri TBL Grup telah meletakan dasar yang sangat kokoh bagi kelanjutan bisnis yaituPerseroan, Mitra Kerja dan Pelanggan. Para pendiri TBL Grup menyakini bahwa hanya dengan adanya manfaat bersama antar ketiga pihak tersebut, maka bisnis Perseroan akan berjalan secara berkelanjutan.

Dalam konteks manajemen keberlanjutan (sustainability management)menitik beratkan pada empat dasar landasan yang meliputi: People, Planet, Product, dan Profit. Kesemua komponen tersebut diharapkan dapat membantu pencapaian kinerja kami yaitu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan keberlanjutan.

 

PEOPLE

Kami berkomitmen penuh pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar lokasi operasional kami.Termasuk di dalamnya para pekerja, petani plasma, dan masyarakat yang terkena dampak operasi kami.Khusus kepada para petani plasma kami berupaya untuk mengembangkan kemampuan dan pengetahuan teknis mereka guna menuju pada penerapan praktik terbaik industri perkebunan yang berkelanjutan.

 

PLANET

Kami berkomitmen untuk berkontribusi pada pencapian tujuan pembanguan berkelanjutan antara lain dengan berupaya untuk sepenuhnya mengadopsi prinsip-prinsip dan kriteria yang tertuang di dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), Indonesia Sustainable Palm Oil ( ISPO ) .Kami berkomitmen agar seluruh anak perusahaan kami mendapatkan sertifikasi RSPO dan ISPO.Terlebih lagi karena ISPO merupakan kewajiban bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit Indonesia untuk beroperasi secara ramah lingkungan dan ramah sosial.

 

PRODUCT

Kami berkomitmen untuk memproduksi minyak kelapa sawit dari kebun yang kami kelola dengan prinsip ramah lingkungan. Selain memperhatikan adopsi aneka kemajuan teknologi untuk memacu produktivitas dan kualitas, aspek jaminan kesehatan dan pengelolaan tanggung jawab lingkungan, tetap merupakan prioritas utama.

 

PROFIT

Kunci sukses pencapaian profit Perseroan adalah integrasi dan keseimbangan antara kepentingan people, planet dan product. Kami memutuskan bahwa strategi terbaik untuk menyeimbangkan ketiganya hingga berdampak pada perolehan keuntungan adalah dengan menegakkan standar tertinggi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik; mengimplementasikan secara penuh prinsip-prinsip keterbukaan, akuntanbilitas, tanggung jawab, kemandirian, dan kewajaran.

Perseroan berupaya untuk menjalankan bisnis sesuai dengan kaidah dan standar tertinggi dalam seluruh aspek operasional Perseroan. Untuk itu, kami telah menetapkan sejumlah prinsip untuk mendukung keberlanjutan bisnis, meliputi:

  • Semua pegawai harus mentaati peraturan dan perundang – undangan yang berlaku.
  • Setiap Direksi atau pegawai harus menyatakan suatu benturan kepentingan yang dapat menyebabkan keuntungan pribadi atas suatu beban dari Group.
  • Para pegawai tidak boleh memegang jabatan Direksi di Perusahaan di luar Group tanpa persetujuan tertulis dari Dewan Direksi.
  • Para pegawai tidak di perkenankan untuk menerima segala bentuk gratifikasi dalam bentuk uang tunai, hadiah atau apapun juga.
  • Para pegawai tidak diperkenankan untuk menawarkan ,memberik atau menjanjian segala bentuk gratifikasi . Khususnya ini diaplikasikan dengan hubungan bisnis antara Perusahaan dalam Group dengan badan pemerintahan.
  • Semua pembayaran yang berhubungan dengan transaksi bisnis tidak diperbolehkan dibayarkan dalam rekening pribadi selain yang diperkenan untuk pembayaran tersebut.
  • Pada saat dibutuhkan untuk meningkatkan hubungan dengan para pelanggan, jamuan yang selayaknya dapat diberikan kepada para pelanggan.
  • Sumbangan kepada partai politik atau gerakan politik yang diperbolehkan oleh hukum setempat, hanya dapat diberikan dengan persetujuan dari Group Chairman.
  • Para Direksi dan karyawan dilarang untuk terlibat dalam trasaksi orang dalam sehubungan dengan saham Group yang diperdangankan di Bursa efek.

Perseroan telah dan akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara terus menerus terhadap pelaksaan prinsip berkelanjutan untuk memastikan bahwa semua karyawan dan manajemen memenuhi dan melaksanakan keseluruhan prinsip tersebut. Kami ingin menjadi kelompok bisnis yang menjunjung tinggi prinsip berkelanjutan dalam menjalankan bisnis di sektor perkebunan.

Untuk itu Perseoan terus melakukan sejumlah insiatif dalam menyebarluaskan praktik perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.Kami berupaya keras untuk memenuhi standar internasioanl seperti sertifikasi ISO, praktik maunfaktur yang baik (GMP) serta Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), and Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

 

MANAJEMEN PEMANGKU KEPENTINGAN

Kami menyadari bahwa banyak pihak memberikan perhatian, memberikan pengaruh, sekaligus terpengaruh secara langsung dan tidak langsung oleh aktivitas bisnis Perseroan.Kepada seluruh pemangku kepentingan, kami mempunyai kewajiban untuk melakukan pembinaan hubungan yang baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kami secara periodik memantau dan memintakan pendapat dan masukan mereka atas operais bisnis Perseroan, baik melalui konsultasi publik, survey,maupun penelusuran informasi, sehingga apa yang menjadi perhatian dan kepentingan mereka teridentifikasi.

Sepanjang aktivitas usaha, mengetahui siapa saja pemangku kepentingan yang relevan adalah hal yang strategis. Sebagaimana yang disarakan dalam penerapan RSPO utnuk kebun kelapa sawit yang sudah memperoleh sertfikat, Perseroan juga disarankan untuk melakukan manajemen pemangku kepentingan dan memetakannya berdasarkan kepentingannya serta turut melibatkan mereka dalam berbagai keputusan perusahaan seperti dalam pemenuhan aspek legalitas maupun perencanaan dan pelaksaan program CSR di seluruh unit bisnis kami.

Secara umum, pemangku kepentingan Perseroan dibagi ke dalam Sembilan kategori, yaitu:

  • Pemerintah pusat dan daerah
  • Karwayan dan keluarga
  • Asosiasi industri
  • Pemegang saham
  • Mitra kerja
  • Konsumen
  • Organisasi sosial kemasyarakatan dan atau lembaga swadaya masyarakat , dan
  • Masyarakat sekitar wilayah operasional

Hal ini sangat membantu memahami konteks dan memperkuat upaya Perseoan utnuk emberikan kontribusi positif untuk para pihak, sehingga isu yang kami hadapi dapat memperoleh penanganan yang terbaik.